PIDANA MATI TERHADAP PEREMPUNAN

Pidana Mati masih merupakan masalah yang sangat controversial, sehingga sampai saat ini masih terdapat 2 aliran, yaitu retensionis yang mempertahankan pidana mati dengan suatu alasan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan yang serius dan abolisionis yang menghapuskan ketentuan pidana mati dengan alasan melanggar hak asasi manusia (HAM)

Buku ini mencoba untuk memberikan suatu kajian tentang ketentuan pelaksanaan pidana mati terhadap perempuan hamil dan menyusui yang sangat erat kaitannya dengan HAM yang berlaku di beberapa negara, di Indonesia sendiri secara yuridis formal masih menggunakan pidana mati sebagai pidana pokok dan diatur dalam pasal 10 KUHP. Khusu ketentuan pelaksanaan pidana mati terhadap perempuan hamil berdasarkan pasal undang-undang nomor 2/Pnps/1964, dilaksanakan 40 hari setelah anak dilahirkan, sedangkan ketentuan di beberapa negara sebagian ada yang menunda, bahkan meniadakan dan mengganti dengan pidana lain, begitu pula dengan ketentuan internasional misalnya ICCPR, meniadakan pidana mati terhadap perempuan, perempuan hamil, perempuan menyusui dan anak

jurnal

 

 

Published:
Illustrators:
Cover Artists:
Genres: